Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Desember 2010

Melesat dengan 7 Kali Kecepatan Suara

AFP PHOTO
Senjata railgun yang dikembangkan angkatan laut AS ini menggunakan elektromagnetik ketimbang bubuk mesiu untuk menembakkan proyektil hingga tujuh kali kecepatan suara.

Senjata superdahsyat mungkin hanya jadi imajinasi dalam video game. Namun, senjata super yang baru-baru ini dikembangkan untuk kepentingan angkatan laut Amerika Serikat ini nyata. Senjata super itu merupakan railgun elektromagnetik yang mampu menyerang dan menghancurkan lawan dengan kecepatan mach 8 atau tujuh kali kecepatan suara.

"Orang melihat ini hanya khayalan dalam video game. Tapi ini nyata. Ini adalah sejarah baru," kata Roger Ellis, manajer program pengembangan senjata ini.

Uji di Naval Surface Warfare Center di Dahlgren, Virginia, pada Jumat (10/12/2010) mengungkapkan, dalam sekali serangan, railgun ini mampu memproduksi gaya 33 megajoule. Gaya yang dikerahkan senjata itu 33 kali lebih kuat dari gaya sebuah mobil seberat 1 ton yang bergerak dengan kecepatan 100 mil per jam (160,93 km per jam).

Kehebatannya membuat senjata ini memecahkan rekor dunia. Kekuatan senjata ini tiga kali lebih kuat dari senjata yang memegang rekor sebelumnya. Railgun ini mampu mencapai target sejauh 100 mil (160,93 km) dalam hitungan menit, sesuatu yang tak mungkin dilakukan dengan senjata konvensional. Senjata ini tak menghancurkan musuh dengan bahan peledak, tetapi dengan kekuatan gelombang energi yang dimilikinya. Setiap obyek yang dilewati akan musnah.

Laksamana Nevin Carr, kepala riset angkatan laut, mengatakan, senjata ini sangat cepat dan akurat, bisa membalikkan arah senjata musuh dan menyerang dirinya sendiri. Pengembangan senjata yang menelan dana 211 juta dollar AS ini bertujuan untuk menciptakan senjata yang mampu tetap menyerang dengan kecepatan supersonik.

Dikatakan bahwa masih membutuhkan waktu 10 tahun lagi agar senjata ini siap digunakan oleh angkatan laut. Senjata dengan kekuatan 2 kali lipat senjata saat ini tersebut mungkin akan siap dikembangkan pada tahun 2025. Diperkirakan, senjata itu mampu menyerang sejauh 200 mil (sekitar 321 km) dalam 6 menit.

Sumber:dailymail.co.uk

Kapal Selam Terbesar Buatan Inggris

NAVY NEWS
Kapal selam terbaru buatan Inggris.

Inggris akan meluncurkan kapal selam terbarunya, Kamis (16/12/10) di Barrow-in-Furness di Cumbria. Kapal selam berbiaya 1,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp 22,5 triliun itu diklaim sebagai kapal selam terbesar yang pernah dibuat Inggris.

Kapal selam bernama Ambush ini memiliki ukuran 50 persen lebih besar dari pendahulunya, Swiftsure dan Trafalgar. Panjangnya lebih kurang 291 kaki, setara dengan panjang lapangan sepak bola.

Hebatnya, kapal selam ini mampu mengubah air laut menjadi oksigen dan air tawar sehingga mampu mempertahankan 98 kru-nya tetap hidup. Selain itu, kapal selam ini juga nyaris tak bersuara sehingga tak mudah dideteksi musuh.

Sonar dan radar kapal selam Ambush bisa mendeteksi kapal lain yang berjarak 3.000 nautikal mil (5.556 kilometer). Jadi, jika berada di wilayah laut yang memisahkan Inggris dengan Perancis, kapal selam ini bisa mendeteksi kapal yang berada di New York, AS.

Kapal selam ini tak butuh pengisian ulang bahan bakar dan bisa menyerang menggunakan misilnya hingga sejauh 1.000 mil (1.609 kilometer). Yang terhebat, misi kapal selam biasanya hanya 10 minggu, tetapi secara teori kapal selam ini bisa bertahan di dalam air tanpa perlu muncul ke permukaan seumur hidupnya, 25 tahun.

Ambush nantinya akan membawa 38 misil, yakni misil penjelajah Tomahawk yang punya daya jelajah hingga 1.240 mil (1.996 kilometer). Selain itu, kapal selam ini juga akan dilengkapi dengan torpedo kelas berat untuk menghancurkan kapal dan kapal selam lain.

Mesinnya yang bertenaga nuklir bisa menggerakkan kapal dengan kecepatan hingga 20 knot, memungkinkan kapal menempuh jarak 500 mil (805 kilometer) sehari. Saking besarnya, energi nuklirnya dikatakan bisa menghidupi seluruh kota Southampton.

Ambush akan diluncurkan dan dinamai secara resmi oleh Lady Anne Soar, istri Kepala Panglima Angkatan Laut Sir Trevor Soar. Selanjutnya, kapal selam berukuran 7.400 metrik ton ini akan diujicobakan.

Sekadar diketahui, kapal selam ini bisa membawa 98 kru. Selain itu, Ambush juga dilengkapi gudang yang bisa menyimpan makanan untuk kebutuhan selama tiga bulan, terdiri dari 18.000 sosis dan 4.200 bungkus sereal Weetabix.

Sumber :


Minggu, 21 November 2010

Kapal perang tercanggih jepang PD II

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/17/article-1228634-0740E458000005DC-830_634x421.jpg
HAWAII – Dua kapal selam Angkatan Laut (AL) Jepang yang pembawa pasukan Jepang untuk membombardir Pearl Harbor, Amerika Serikat (AS), pada 1945 ditemukan di dasar laut Hawaii.

Kapal selam masa Perang Dunia (PD) II itu menyisakan cerita. Pada 1945, dua kapal selam milik AL Jepang itu berhasil direbut AL AS. Setahun berikutnya, Uni Soviet menuntut hak kepemilikan atas dua kapal selam ini.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/17/article-1228634-0740E549000005DC-184_634x356.jpg

AS tidak rela jika dua armada perang berteknologi canggih ini jatuh ke tangan mantan sekutunya, Uni Soviet. Maka, dua kapal selam bersejarah ini pun ditenggelamkan ke dasar samudera.

Maret 2005, tim penelusur kapal yang berasal dari National Atmospheric Administration menemukan satu dari dua kapal yang sengaja ditenggelamkan, The Imperial Japanese Navy’s I-401.

Tahun ini, tim yang sama berhasil menemukan “saudara” kapal I- 401, yakni I-201. Kapal ini dirakit untuk membawa pasukan AL Jepang yang bertolak ke kawasan pesisir AS lewat jalur bawah laut.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/17/article-1228634-0740E56F000005DC-673_634x329.jpg

I-401 mampu mengangkut 800 kg bom yang diletakkan di hanggar. Jika perintah peluncuran bom telah diteriakkan komandan kapal, maka bom akan dilontarkan dari alat pelanting yang telah disiapkan di dek kapal. Selain itu, kapal ini dilengkapi dengan pelampung khusus, sehingga kapal dapat mengapung di atas air.

Hingga kini, Jepang masih berhasrat untuk memiliki kembali I-201. Kapal ini mampu mengapung di atas permukaan air, dan dapat melontarkan tikus-tikus berpenyakit dan insektisida pembawa wabah kolera, demam berdarah, dan tifus.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/17/article-1228634-0740E4D4000005DC-609_634x317.jpg

Koordinator pusaka maritim dari Marine Sanctuaries, Kepulauan Pasifik, Dr Hans Van Tillburg menyatakan bahwa I-201 tidak ada duanya pada masa Perang Dunia II.

“Kapal ini memiliki bentuk yang kokoh. Selain itu, kapal dilengkapi dengan menara yang menjulang, dan senjata yang dapat tertarik ke dalam dan terdorong ke luar secara otomatis,” ujarnya.

Tillburg menambahkan, dengan bentuk dan kecanggihan yang dimiliki I-201, kapal ini selayaknya kapal selam Perang Dingin. Kapal superior I-201 mampu mengangkut 144 pasukan dan melakukan perjalanan bawah laut sejauh 37.000 mil. Kapal ini berukuran tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kapal selam lain yang pernah berjaya pada masanya.

Jumat, 08 Januari 2010

sukhoi




Sukhoi Corporation
Berkas:Sukhoi Company logo.svg
Tipe Perseroan terbatas
Didirikan sebagai OKB-51, 1939
Letak Moskwa, Russia
Tokoh penting Pavel Sukhoi, pendiri
Industri Kedirgantaraan dan pertahanan
Produk Pesawat militer, Pesawat komersiil
Situs sukhoi.org

Sukhoi (bahasa Rusia:Сухой) adalah perusahaan pembuat pesawat tempur militer Rusia. Perusahaan ini didirikan oleh Pavel Sukhoi pada tahun 1939 dengan nama Biro Desain Sukhoi atau dikenal dengan OKB-51, sekarang ini dikenal dengan nama Sukhoi Corporation. Pemerintah Rusia berencana untuk merger Sukhoi dengan Mikoyan, Ilyushin, Irkut, Tupolev, dan Yakovlev, membentuk sebuah perusahaan baru bernama United Aircraft Corporation.[1]

Rusia saat ini mengoperasikan Su-24, Su-25, Su-27, Su-30, dan Su-33. Lebih dari 2000 pesawat sudah diekspor ke luar Rusia. Pesawat tempur Sukhoi sudah dimiliki oleh India, Republik Rakyat Cina, Polandia, Indonesia, Slovakia, Hungaria, Jerman, Syria, Aljazair, Korea Utara, Vietnam, Malaysia, Afganistan, Yemen, Mesir, Libya, Iran, Angola, Ethiopia, Eritrea, dan Peru.

F-16 Fighting Falcon



F-16 Fighting Falcon


Tipe Pesawat tempur
Produsen General Dynamics Lockheed Martin
Pertama terbang 2 Februari 1974
Diperkenalkan 17 Agustus 1978
Status Aktif
Pemakai Amerika Serikat dan 24 negara lainnya
Jumlah dibuat Lebih dari 4.000
Harga satuan US$18,8 juta (1998)
Varian General Dynamics F-16XL Mitsubishi F-2


F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang dikembangkan oleh General Dynamics, di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya berevolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer. Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat.[1] Pesawat ini sangat popular di mata international dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara. F-16 merupakan proyek pesawat tempur Barat yang paling besar dan signifikan, dengan sekitar 4000 F-16 sudah di produksi sejak 1976. Pesawat ini sudah tidak diproduksi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, tapi masih diproduksi untuk ekspor.

F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untu menahan belokan pada percepatan 9g.

Pada tahun 1993, General Dynamics menjual bisnis produksi pesawat mereka kepada Lockheed Corporation, yang kemudian menjadi bagian dari Lockheed Martin setelah merger dengan Martin Marietta pada tahun 1995.


Sejarah

Pada tahun 1960-an, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat menyimpulkan bahwa masa depan pertempuran udara akan ditentukan oleh peluru kendali yang semakin modern. Dan bahwa pesawat tempur masa depan akan digunakan untuk mengejaran jarak jauh, berkecepatan tinggi, dan menggunakan sistem radar yang sangat kuat untuk mendeteksi musuh dari kejauhan. Ini membuat desain pesawat tempur masa ini lebih seperti interseptor daripada pesawat tempur klasik. Pada saat itu, Amerika Serikat menganggap pesawat F-111 (yang pada saat itu masih dalam tahap pengembangan) dan F-4 Phantom akan cukup untuk kebutuhan pesawat tempur jarak jauh dan menengah, dan didukung oleh pesawat jarak dekat bermesin tunggal seperti F-100 Super Sabre, F-104 Starfighter, dan F-8 Crusader.

Pada Perang Vietnam, Amerika Serikat menyadari bahwa masih banyak kelemahan pada pesawat-pesawat mereka. Peluru kendali udara ke udara pada masa itu masih memiliki banyak masalah, dan pemakaiannya juga dibatasi oleh aturan-aturan tertentu. Selain itu, pertempuran di udara lebih banyak berbentuk pertempuran jarak dekat dimana kelincahan di udara dan senjata jarak dekat sangat diperlukan.

Kolonel John Boyd mengembangkan teori tentang perawatan energi pada pertempuran pesawat tempur, yang bergantung pada sayap yang besar untuk bisa melakukan manuver udara yang baik. Sayap yang lebih besar akan menghasilkan gesekan yang lebih besar saat terbang, dan biasanya menghasilkan jarak jangkau yang lebih sedikit dan kecepatan maksimum yang lebih kecil. Boyd menganggap pengorbanan jarak dan kecepatan perlu untuk menghasilkan pesawat yang bisa bermanuver dengan baik. Pada saat yang sama, pengembangan F-111 menemui banyak masalah, yang mengakibatkan pembatalannya, dan munculnya desain baru, yaitu F-14 Tomcat. Dorongan Boyd tentang pentingnya pesawat yang lincah, gagalnya program F-111, dan munculnya informasi tentang MiG-25 yang saat itu kemampuan dibesar-besarkan membuat Angkatan Udara Amerika Serikat memulai perancangan pesawat mereka sendiri, yang akhirnya menghasilkan F-15 Eagle.
YF-16 (bawah) dan saingannya, YF-17.

Pada saat pengembangannya, F-15 berevolusi menjadi besar dan berat seperti F-111. Ini membuat Boyd frustrasi dan ia pun meyakinkan beberapa petinggi Angkatan Udara lain bahwa F-15 membutuhkan dukungan dari pesawat tempur yang lebih ringan. Grup petinggi Angkatan Udara ini menyebut diri mereka "fighter mafia", dan mereka bersikeras akan dibutuhkannya program Pesawat Tempur Ringan (Light Weight Fighter, LWF).

Pada Mei 1971, Kongres Amerika Serikat mengeluarkan laporan yang mengkritik tajam program F-14 dan F-15. Kongres mengiyakan pendanaan untuk program LWF sebesar US$50 juta, dengan tambahan $12 juta pada tahun berikutnya. Beberapa perusahaan memberikan proposal, tetapi hanya General Dynamics dan Northrop yang sebelumnya sudah memulai perancangan dipilih untuk memproduksi prototip. Pesawat mereka mulai diuji pada tahun 1974. Program LWF awalnya merupakan program evaluasi tanpa direncanakan pembelian versi produksinya, tetapi akhirnya program ini dirubah namanya menjadi Air Combat Fighter, dan Angkatan Udara AS mengumumkan rencana untuk membeli 650 produk ACF. Pada tanggal 13 Januari 1975 diumumkan bahwa YF-16 General Dynamics mengalahkan saingannya, YF-17.

Varian

Varian F-16 ditandai oleh nomer blok yang menandakan pembaruan yang signifikan. Blok ini mencakup versi kursi tunggal dan kursi ganda.
F-16 A/B
F-16A Norwegia diatas daerah Balkan.

F-16 A/B awalnya dilengkapi Westinghouse AN/APG-66 Pulse-doppler radar, Pratt & Whitney F100-PW-200 turbofan, dengan 14.670 lbf (64.9 kN), 23.830 lbf (106,0 kN) dengan afterburner. Angkatan Udara AS membeli 674 F-16A dan 121 F-16B, pengiriman selesai pada Maret 1985.

Blok 1
Blok awal (Blok 1/5/10) memiliki relatif sedikit perbedaan. Sebagian besar diperbarui menjadi Blok 10 pada awal 1980-an. Ada 94 Blok 1, 197 Blok 5, dan 312 Blok 10 yang diproduksi. Blok 1 model awal produksi dengan hidung dicat hitam.
Blok 5
Diketahui kemudian bahwa hidung hitam menjadi identifikasi visual jarak jauh untuk pesawat Blok 1, sehingga warnanya diubah menjadi abu-abu untuk Blok 5 ini. Pada F-16 Blok 1, ditemukan bahwa air hujan dapat berkumpul pada beberapa titik di badan pesawat, sehingga untuk Blok 5 dibuat lubang saluran air.
Blok 10
Pada akhir 1970-an, Uni Soviet secara signifikan mengurangi ekspor titanium, sehingga produsen F-16 mulai menggunakan alumunium. Metode baru pun dilakukan: aluminum disekrup ke permukaan pesawat Blok 10, menggantikan cara pengeleman pada pesawat sebelumnya.
Blok 15
Perubahan besar pertama F-16, pesawat Blok 15 ditambahkan stabiliser horizontal yang lebih besar, ditambah dua hardpoint di bagian dagu, radar AN/APG-66 yang lebih baru, dan menambah kapasitas hardpoint bawah sayap. F-16 diberikan radio UHF Have Quick II. Blok 15 adalah varian F-16 yang paling banyak diproduksi, yaitu 983 buah. Produksi terakhir dikirim pada tahun 1996 ke Thailand. Indonesia memiliki varian ini sebanyak 12 unit.
Blok 15 OCU
Mulai tahun 1987 pesawat Blok dikirim ke dengan memenuhi standar Operational Capability Upgrade (OCU), yang mencakup mesin F100-PW-220 turbofans dengan kontrol digital, kemamampuan menembakkan AGM-65, AMRAAM, dan AGM-119 Penguin, serta pembaruan pada kokpit, komputer, dan jalur data. Berat maksimum lepas landasnya bertambah menjadi 17.000 kg. 214 pesawat menerima pembaruan ini, ditambah dengan beberapa pesawat Blok 10.
Blok 20
150 Blok 15 OCU untuk Taiwan dengan tambahan kemampuan yang serupa dengan F-16 C/D Blok 50/52: menembakkan AGM-45 Shrike, AGM-84 Harpoon, AGM-88 HARM, dan bisa membawa LANTIRN. Komputer pada Blok 20 diperbarui secara signifikan, dengan kecepatan proses 740 kali lipat, dan memori 180 kali lipat dari Blok 15 OCU.

[sunting] Spesifikasi (F-16C Blok 30)
Orthographically projected diagram of the F-16.
Karakteristik umum

* Kru: 1
* Panjang: 49 ft 5 in (14.8 m)
* Lebar sayap: 32 ft 8 in (9.8 m)
* Tinggi: 16 ft (4.8 m)
* Area sayap: 300 ft² (27.87 m²)
* Airfoil: NACA 64A204 root and tip
* Berat kosong: 18,238 lb (8,272 kg)
* Berat terisi: 26,463 lb (12,003 kg)
* Berat maksimum lepas landas: 42,300 lb (16,875 kg)
* Mesin: 1× Pratt & Whitney F100-PW-220 afterburning turbofan
o Dorongan kering: 14,590 lbf (64.9 kN)
o Dorongan dengan afterburner: 23,770 lbf (105.7 kN)
* Alternate powerplant: 1× General Electric F110-GE-100 afterburning turbofan
o Dry thrust: 17,155 lbf (76.3 kN)
o Thrust with afterburner: 28,985 lbf (128.9 kN)

Performa

* Kecepatan maksimum: >Mach 2 (1,320 mph, 2,124 km/h) at altitude
* Radius tempur: 340 mi (295 nm, 550 km) on a hi-lo-hi mission with six 1,000 lb (450 kg) bombs
* Jarak jangkau ferri: >3,200 mi (2,800 nm, 4,800 km)
* Batas tertinggi servis: >55,000 ft (15,000 m)
* Laju panjat: 50,000 ft/min (260 m/s)
* Beban sayap: 88.2 lb/ft² (431 kg/m²)
* Dorongan/berat: F100 0.898; F110 1.095

Persenjataan

* Senjata api: 1× 20 mm (0.787 in) M61 Vulcan gatling gun, 511 rounds
* Roket: 2¾ in (70 mm) CRV7
* Rudal:
o Air-to-air missiles:
+ 6× AIM-9 Sidewinder or
+ 6× AIM-120 AMRAAM or
+ 6× Python-4
o Air-to-ground missiles:
+ 6× AGM-65 Maverick or
+ 4× AGM-88 HARM
o Anti-ship missiles: 4× AGM-119 Penguin
* Bom:
o 2× CBU-87 cluster
o 2× CBU-89 gator mine
o 2× CBU-97
o 4× GBU-10 Paveway
o 6× GBU-12 Paveway II
o 6× Paveway-series laser-guided bombs
o 4× JDAM
o 4× Mk 80 series
o B61 nuclear bomb

Selasa, 05 Januari 2010

Pembom-pembom Raksasa




Di sisi lain dari perang adalah seekor elang, burung besi berwarna perak : si besar dan cantik B-29 Superfortress. Meski harus setengah mati untuk membuat B-29 yang berat ini untuk mengangkasa hingga ketinggian 40.000 kaki, sekali dia di atas sana tidak ada satupun yang sanggup mencapainya atau di kecepatan 350 mil-per-hour, mampu mengejarnya. Bahkan jika ada yang dibuat untuk mendekatinya, pertahanannya yang mumpuni dapat melumpuhkannya. Dipersenjatai dengan banyak peralatan impresif (dengan beberapa masalah yg bikin frustasi), pesawat ini tetap dioperasikan hingga masa perang Korea.


Dengan munculnya mesin jet, desainer-desainer pesawat mulai memikirkan sesuatu yang benar-benar besar. Memikirkan pesawat raksasa kebanyakan terbayang Bomber B-52, dengan 8 mesinnya. tetapi sebelum era B-52 ada bomber raksasa Amerika lainnya: Convair B-36 "Peacemaker"






Seperti B-29 (bukan merek sabun -red), B-52 "Stratofortress" adalah satu mesin terbang yang powerful, raksasa yang berat. Dan pesawat ini masih dirawat hingga kini dan masih dioperasikan.




Bomber-bomber besar bertransformasi menjadi pecahan-pecahan atau bagian dari LEGO dalam piliran para insinyur pada masa perang dingin:

Arthur Kimes menulis: "Soviet waktu itu mengajukan proposal untuk menggabungkan sekumpulan pesawat menjadi sebuah yang benar-benar besar. Seperti mimpi permainan LEGO yang jadi kenyataan. Kemudian di tahun 1950-an USAF punya rencana untuk menggabungkan 3 B-36 (ujung sayap dengan ujung sayap) untuk memperoleh satu sistem yang lebih luas range-nya. Ketika raksasa ini mendekati Uni Soviet masing-masing akan melepaskan bomber tempur yang dibawanya (mungkin F-92 - yang juga tidak pernah dibuat) dan bomber-bomber fighter ini akan meluncur dengabn kecepatan tinggi dan menjatuhkan bom-bomya ke target. B-36 masing-masing akan memisahkan diri dan kembali ke base, dan F-29 akan mencoba terbang ke wilayah terbang sekutu di Turki atau lainnya."

Pesawat-pesawat Terbesar Sepanjang Masa


Selama beberapa ribu tahun benda terbang di langit hanya ada dalam imajinasi saja, dalam cerita-cerita mitos dan cerita anak seperti The Roc dari Kisah Sinbad, Garuda dari Kisah Mahabarata atau lainnya. Setelah era mesin terbang dimulai orang-orang mulai berpikir kenapa tidak membuatnya sangat besar seperti dalam cerita-cerita itu? Dari era KA-70 tahun 1930-an hingga era Antonov AN-225 dari Rusia atau Jumbo Jet Airbus A380 dari Eropa, inilah pesawat-pesawat yang terbesar dalam sejarah umat manusia.Bicara soal pesawat besar berarti bicara mengenai siapa yang seharusnya disebut menjadi yang pertama dalam penerbangan manusia - semua tergantung pada siapa Anda bicara (lihat posting sejarah mesin terbang). Penemu-penemu itu jarang menciptakan sesuatu dari nol. Sukses mereka seringkali adalah hasil dari menggabungkan sukses-sukses lain sebelumnya, atau mempelajari dari kegagalan-kegagalan penemu lainnya. Beberapa kasus, cuma karena keberuntungan belaka.

Monster yang Suka Batuk, Berisik, dan Serem

Wright bersaudara sering disebut-sebut sebagai pionir penerbangan bermesin pertama, tapi Gustave Whitehead, Alexander Feodorovich Mozhaiski, Clement Ader, dan banyak lainnya seharusnya kebagian mendapatkan sebutan itu juga. Siapapun yang bertanggung jawab, tidak lama kemudian langit dipenuhi oleh mesin-mesin ringkih yang suka batuk dan berisik.
Search Aneh-Tapi-Nyata:
Search Aneh-Tapi-Nyata
Rahasia Ngeblog Dapat Duit Di Sini

Terbaru
Loading...
Lihat 25 artikel Terbaru
Top Posts - PostRank

* 10.0 Lidah Api Matahari
* 10.0 Ponsel Aneh Tapi Nyata
* 10.0 Kota-kota Terdingin di Dunia
* 10.0 Ibu Termuda di Dunia Berusia 5 Tahun
* 10.0 Global Warming dan Akibatnya
* 10.0 Jembatan-jembatan Berbahaya di Dunia
* 10.0 Ikan Terbang
* 10.0 Mobil Polisi Yang Eksotis
* 10.0 Konsep Sepeda Motor Masa Depan
* 10.0 Jembatan yang Hidup dan Tumbuh
* 10.0 Tanaman-tanaman Aneh di Muka Bumi
* 9.0 Cat Mobil yang Unik dan Kreatif
* 9.0 Olahraga-olahraga Aneh di Dunia
* 8.6 Manusia-manusia Tercepat di Dunia
* 8.1 Pola Jaring Laba-laba yang Unik

Arsip (275 Artikel)
5 Recent Comments
Loading...
Loading...
Pesawat-pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Selama beberapa ribu tahun benda terbang di langit hanya ada dalam imajinasi saja, dalam cerita-cerita mitos dan cerita anak seperti The Roc dari Kisah Sinbad, Garuda dari Kisah Mahabarata atau lainnya. Setelah era mesin terbang dimulai orang-orang mulai berpikir kenapa tidak membuatnya sangat besar seperti dalam cerita-cerita itu? Dari era KA-70 tahun 1930-an hingga era Antonov AN-225 dari Rusia atau Jumbo Jet Airbus A380 dari Eropa, inilah pesawat-pesawat yang terbesar dalam sejarah umat manusia.


Advertorial:TV Satelit Gratis


Bicara soal pesawat besar berarti bicara mengenai siapa yang seharusnya disebut menjadi yang pertama dalam penerbangan manusia - semua tergantung pada siapa Anda bicara (lihat posting sejarah mesin terbang). Penemu-penemu itu jarang menciptakan sesuatu dari nol. Sukses mereka seringkali adalah hasil dari menggabungkan sukses-sukses lain sebelumnya, atau mempelajari dari kegagalan-kegagalan penemu lainnya. Beberapa kasus, cuma karena keberuntungan belaka.



Monster yang Suka Batuk, Berisik, dan Serem

Wright bersaudara sering disebut-sebut sebagai pionir penerbangan bermesin pertama, tapi Gustave Whitehead, Alexander Feodorovich Mozhaiski, Clement Ader, dan banyak lainnya seharusnya kebagian mendapatkan sebutan itu juga. Siapapun yang bertanggung jawab, tidak lama kemudian langit dipenuhi oleh mesin-mesin ringkih yang suka batuk dan berisik.


Perang Dunia Pertama-lah yang merubah mesin-mesin terbang ini dari hobi yang mematikan untuk meraih ketenaran menjadi mesin perang yang benar-benar mematikan. Perang membantu mengembangkan ilmu penerbangan dan kebutuhan akan pesawat yang lebih besar.

Sebuah pesawat monster pada masa itu adalah Ilya Murometz buatan Igor Sikorsky, lanjutan dari pesawat legendarisnya Russky Vitaz, pesawat terbang pertama dengan empat mesin. Tapi Ilya Murometz tidak memulainya sebagai monster di langit. Aslinya didesain sebagai pesawat penumpang mewah dengan penerangan listrik, pemanas, toilet, bahkan lantai kaca, pesawat pembom ini terlihat menawan sekaligus menakutkan bagi penumpang-penumpang kayanya.

Sabtu, 14 November 2009

Pendeteksi Sniper CLS-400

Penembak runduk (Sniper) merupakan ancaan yang sangat significant dalam suatu operasi tempur. Hal ini juga dihadapi oleh pasukan pemelihara perdamaian dari Perancis yang tergabung dalam SFOR pada saat bertugas di Bosnia. Setidaknya 80 personil pasukan Perancis Gugur dalam tugas diakibatkan oleh tembakan penembak runduk di Serajevo selama tahun 1992.

Berdasarkan kejadian tersebut, dan kekhawatiran akan jatuhnya korban lebih banyak lagi, Departemen Pertahanan Perancis di Paris meminta kepada pihak Industri pertahanan untuk menciptakan alat yang dapat meng-counter ancaman dari para sniper ini. Salah satu industri pertahanan Perancis yang teribat dalam upaya pembuatan alat pendeteksi keberadaan sniper ini adalah Cilas, industri yang mengkhususkan produknya pada perangkat optic-elektronic (optronic), yang merupakan anak perusahaan dari EADS.

Saat itu peralatan yang ada hanyalah alat deteksi akustik yang aslinya dikembangkan oleh pihak militer Inggris untuk mendukung operasi mereka di Irlandia Utara.

Saat di uji di Bosnia, system tersebut ternyata tidak membuahkan hasil karena ketidak akuratannya, respon yang lambat dan beberapa factor lainnya. Alat ini bekerja berdasarkan pendeteksian bunyi saat penembakan, dan saat peluru berjalan menuju target, dengan bantuan perangkat microphone baru lokasi sniper dapat diketahui.

Para teknisi Cilas berupaya keras untuk mencari solusi yang terbaik, maka mereka mencoba untuk mendapatkan cara yang lebih efisien. Dari berbagai percobaan, mereka mencoba untuk mendeteksi keberadaan sniper berdasarkan unit pembidik yang dipasang pada senapan runduk. Maka dicobalah suatu metoda dengan prinsip sinar mata kucing atau "The Cat Eye Principle". Lensa optic telescope dapat menghasilkan suatu energi yang dapat ditangkap oleh sapuan sinar laser, saat sapuan sinar laser tersebut menangkap object optic telescope, maka akan ditampakkan pada layar monitor, sehingga keberadaan penembak runduk dapat diketahui sebelum Ia menjalankan aksinya.

Seperti halnya lampu utama pada mobil/kendaraan, refleksi sinar yang ditimbulkan oleh retina mata kucing dapat terlihat dikegelapan. Demikian juga halnya dengan bola mata sniper yang sedang melakukan pembidikan dengan telescope dapat dideteksi dengan bantuan sapuan sinar laser yang tidak terlihat. Kemudian sistem laser transmitter/receiver akan secara instant dan akurat melokalisir keberadaan sniper tersebut.

Pengembangan dari kemampuan jarak tembak 300 sampai 600 meter ditingkatkan sampai dengan kemampuan jarak sapuan lebih dari 1000 meter, bahkan kemudian sampai kepada jarak 4000 meter. Seperti diketahui, dengan munculnya senapan runduk caliber 12,7mm atau .50, jarak tembak sniper dapat mencapai jarak efektif mematikan sampai 1000 meter.

Salah satu alat deteksi keberadaan sniper ini oleh pihak Cilas diberi kode SLD-400. Perangkat ini terdiri dari dua bagian utama, perangkat deteksi yang merupakan laser transmitter/receiver dengan menggunakan alat penyangga tiga-kaki (tripod) dan unit processor/monitor yang hampir sama bentuknya dengan perangkat laptop, keduanya dihubungkan dengan kabel khusus tipe RS 232 serial link. Perangkat ini bekerja dengan bantuan batere 24 Volt standar militer (MIL STD 1275 A) yang dapat beroperasi lebih dari 24 jam secara terus menerus, dan dapat diisi ulang dengan alat charger yang disediakan. Keseluruhan unit SLD 400 ini memiliki bobot sekitar 15 kg.

Panjang gelombang sinar laser bekerja mendekati kemampuan sinar infra-merah, antara 0,8 dan 0,9 micrometer, yang dapat mendeteksi tidak saja alat bidik senapan - termasuk yang tersembunyi dibalik jarring kamuflase, jendela atau struktur honeycomb - tetapi juga jenis-jenis lensa seperti light intensifier untuk teropong malam, range finder, teropong biasa (binocular/monocular), dan sebagainya.

Pengoperasian dapat dilakukan dalam berbagai kondisi cuaca, baik siang maupun malam hari, kecuali saat situasi berkabut (hal ini juga tidak dapat dilakukan oleh teropong yang digunakan oleh sniper).

Data-data mengenai SLD 400 ini antara lain;

Konsep Operasi: Perangkat deteksi penembak runduk ini merupakan konsep baru dengan aplikasi sinar laser. Dirancang untuk mendeteksi dan melokalisir posisi pembidik optic yang digunakan oleh penembak runduk atau system pembidik optic elektronik (optronic) di daerah operasi tempur, wilayah sensitive atau zona urban yang bekerja atas dasar efek mata-kucing (cat-eye); saat teriluminasi oleh sinar laser, system optic akan mengembalikan sejenis enerji.

Jarak detaksi efektif: 1000 meter untuk siang hari, sampai 3000 meter pada malam hari.

Azimuth dan levasi: -175 derajat sampai +175 derajat untuk azimuth, dan +/- 20 derajat untuk elevasi.

Jendela deteksi : 3,9 derajat x 5,3 derajat.

Scanning dan deteksi: secara manual dengan joystick.

Jumat, 13 November 2009

Sejarah

Pada tahun 1950-an, militer Uni Soviet sadar akan perlunya senapan yang akurat untuk dipakai pada tingkat peleton. Dan pada tahun 1958 dibuka tender antar para pembuat senjata Soviet untuk membuat senapan baru ini. Pemenang tender diatas adalah senapan yang dirancang tim yang dipimpin oleh Evgeniy Fedorovich Dragunov. Pada tahun 1963, SVD resmi dipakai Angkatan Darat Uni Soviet.

Modernisasi

Alat bidik PSO-1 yang dipakai SVD termasuk yang termutakhir pada masanya.

SVD awalnya memiliki furnitur (popor, pegangan belakang, dan pegangan depan) yang terbuat dari kayu yang terlaminating. Lapisan laminating ini selain agar terlihat lebih bagus, juga untuk melindungi kayu yang dilapisinya. Namun ini memiliki kelemahan apabila musuh memiliki night vision. Kayu SVD ternyata menyala kuning terang bila dilihat melalui teropong night vision.

SVD masa kini dibuat dengan polimer hitam untuk mengurangi berat dan menghindari kelemahan diatas. Pada tahun 1990-an, IZhMASh juga memodifikasi bagian dalam SVD, agar lebih kuat dan untuk mempersiapkan SVD diekspor dalam berbagai kaliber lain.

Pemakaian

Pada masa Uni Soviet, setiap regu diberikan satu SVD. Prajurit yang dipersenjatai SVD biasanya sudah mendapatkan pelatihan khusus untuk memakai senapan ini. Prajurit ini bergerak bersama-sama dengan regunya dan dimaksudkan untuk menambahkan jarak jangkauan mereka sampai 600 meter. Tanpa SVD, jarak efektif regu infanteri ini hanya sampai 300 meter, karena kecilnya jangkauan AK-47. Jadi dilihat dari perannya, secara teknis SVD bukan senapan penembak runduk, tetapi senapan penembak jitu.

Dirancang untuk memperjauh jarak jangkauan regu, senapan ini tetap kuat dan tahan banting. Ini terlihat dari adanya tempat untuk pemasangan bayonet, serta bidikan besi cadangan apabila alat bidik teleskopnya rusak. Kehandalan senapan ini masih diakui, dan senapan ini masih dipakai di Angkatan Bersenjata Rusia dan satuan penegak hukum Rusia.

Senjata ringan buatan Soviet secara umum terkenal sangat tahan lama, ini dibuktikan dengan banyaknya SVD yang secara luas dipakai dan memiliki "karir" yang panjang. Senapan ini dipakai pada banyak konflik diseluruh dunia, antara lain Perang Vietnam, Chechnya, Perang Teluk, sampai Perang Irak.

Senapan Runduk Dragunov

Snayperskaya Vintovka Dragunova
SVD terkini dengan furnitur polimer hitam.
SVD terkini dengan furnitur polimer hitam.
Tipe Senapan runduk
Negara asal Uni Soviet
Sejarah pemakaian
Digunakan 1963–
Sejarah produksi
Perancang Evgeniy Fedorovich Dragunov
Tahun 1958–1963
Spesifikasi
Berat 4,31 kg (kosong)
Panjang 1.225 mm
Panjang laras 610 mm

Peluru 7.62 x 54 mm R
Mekanisme Operasi gas
Kec. peluru 830 m/s
Jarak efektif 800 m
Jarak maksimum 1.300 m
Pengisian Magazen box 10-butir
Alat bidik Teleskop dan bidikan besi

Senapan Runduk Dragunov (bahasa Rusia: Снайперская винтовка Драгунова, Snayperskaya Vintovka Dragunova, disingkat jadi SVD), adalah senapan semi-otomatis yang dirancang oleh Evgeniy Fedorovich Dragunov di Uni Soviet pada tahun 1958 sampai 1963. Senapan ini adalah senapan pertama yang dibuat khusus untuk penembak jitu, dan lazim ditemukan di negara-negara mantan Blok Timur.

persenjataan


Karena penembak jitu modern tingkat regu (designated marksman) mengisi jeda antara infanteri biasa dengan penembak runduk, senapan penembak jitu juga dirancang sebagai penengah. Senapan penembak jitu harus memiliki jangkauan yang lebih jauh dari senapan serbu (sekitar 500 meter), tapi tidak perlu sampai jangkauan tingkat senapan runduk (lebih dari 1000 meter).

Karakteristik

M21 yang merupakan modifikasi dari M14.

Sifat-sifat yang sama dengan senapan runduk:

  • Bidikan teleskopik
  • Peluru yang lebih besar

Sifat-sifat yang sama dengan senapan serbu:

  • Kemampuan menembak semi-otomatis
  • Kapasitas magasine besar, 10 sampai 30 butir peluru

Adaptasi senapan tempur

Senapan tempur disini adalah senapan semi-otomatis dengan kaliber 7.62 x 51 mm seperti M14, FN FAL, dan HK G3, yang dulu dipensiunkan dan digantikan senapan dengan kaliber lebih kecil 5.56 x 45 mm NATO seperti senapan serbu M16. Senapan tempur ini lebih cocok dirubah menjadi senapan penembak jitu mutlak karena pelurunya yang lebih kuat.

Contoh:

Adaptasi senapan serbu

Penembak jitu Marinir AS menggunakan senapan SAM-R yang merupakan modifikasi dari M16.

Memodifikasi senapan serbu adalah pilihan yang paling mudah dan murah, karena senapan serbu hanya perlu ditambahkan alat bidik teleskop dan tetap menggunakan kaliber yang sama.

Solusi yang lebih efektif adalah mengganti kaliber peluru dengan kaliber lebih besar, dan mengganti laras khusus yang lebih berat.

Contoh senapan penembak jitu yang menggunakan kaliber original:

Contoh senapan penembak jitu yang menggunakan kaliber baru:

Senapan khusus

Dragunov SVD adalah contoh senapan yang dibuat khusus untuk memenuhi kriteria yang sekarang dinamakan "senapan penembak jitu".